5 Fakta Menarik Ular Weling Berbisa yang Sering Masuk Rumah

Featured Image

Mengenal Ular Weling, Spesies Berbisa yang Menyebarkan Kekhawatiran

Ular weling atau Bungarus candidus adalah salah satu spesies ular berbisa yang dikenal sangat berbahaya. Hewan ini sering ditemukan di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Wilayah keberadaannya meliputi Jawa, Sumatra, dan Sulawesi. Selain itu, ular ini juga bisa ditemukan di wilayah Malaysia, Singapura, Thailand, serta Vietnam. Meskipun memiliki sifat alami yang tidak agresif, ular weling tetap menjadi ancaman bagi manusia jika terganggu.

Sebagai bagian dari famili Elapidae, ular weling memiliki ciri-ciri khas seperti bentuk tubuh yang ramping dan kepala yang tajam. Mereka dikenal sebagai hewan nokturnal, artinya lebih aktif pada malam hari. Pemahaman tentang karakteristik dan perilaku ular weling sangat penting untuk menghindari risiko gigitan yang berpotensi mematikan.

Fakta-Fakta Penting Tentang Ular Weling

1. Bisa yang Lebih Kuat Dibanding Kobra

Venom (racun) dari ular weling digolongkan sebagai racun yang sangat berbahaya. Studi menunjukkan bahwa tingkat kematian akibat gigitan ular weling bisa mencapai 70 persen. Bahkan, beberapa ahli menyatakan bahwa racun dari ular weling lebih kuat dibandingkan kobra. Hal ini disebabkan oleh evolusi yang membuatnya mampu menghasilkan racun neurotoksin yang dapat melumpuhkan sistem saraf dan pernapasan manusia dalam waktu singkat.

2. Perbedaan dengan Ular Weling Lain

Ular weling sering dikira mirip dengan ular welang (Bungarus fasciatus), meskipun keduanya merupakan spesies berbeda. Beberapa perbedaan utama antara keduanya adalah: - Warna tubuh: Ular weling memiliki warna hitam dan putih, sedangkan ular welang berwarna hitam dan kuning. - Bentuk kepala: Ular weling memiliki kepala yang menyatu dengan tubuh, sedangkan ular welang memiliki kepala yang tegas dan berbentuk segitiga. - Panjang tubuh: Ular weling bisa mencapai panjang 160–200 cm, sedangkan ular welang umumnya lebih pendek. - Habitat: Ular weling lebih adaptif terhadap lingkungan dekat manusia, sementara ular welang lebih suka tempat terpencil. - Ekor: Ekor ular weling lancip, sedangkan ekor ular welang tumpul.

Meskipun berbeda, keduanya memiliki racun yang sama-sama mematikan. Mereka biasanya menggunakan warna cerah sebagai peringatan untuk menghindari predator.

3. Racun yang Sangat Cepat Bereaksi

Studi yang diterbitkan oleh PLOS ONE pada tahun 2019 menemukan bahwa racun ular weling di Indonesia bereaksi sangat cepat ketika masuk ke tubuh manusia. Neurotoksin yang terkandung dalam racun tersebut bisa menyebabkan gejala seperti sakit perut hebat, muntah, diare, sakit kepala, kesulitan bernapas, dan bahkan kematian sel otak. Korban gigitan ular weling sering meninggal dalam hitungan menit atau jam.

Jika terkena gigitan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah imobilisasi bagian tubuh yang tergigit agar racun tidak menyebar melalui aliran darah. Setelah itu, segera bawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

4. Sering Ditemukan di Sekitar Pemukiman

Ular weling tidak hanya hidup di hutan atau daerah alami, tetapi juga sering ditemukan di sekitar pemukiman warga. Mereka suka berada di tempat lembap seperti persawahan, kebun, saluran air, dan pekarangan rumah yang basah. Ketika bertemu dengan ular weling, jangan ganggu mereka. Jika perlu, hubungi ahli ular atau pihak terkait untuk menangani situasi secara aman.

5. Aktif pada Malam Hari

Ular weling adalah hewan nokturnal, artinya mereka lebih aktif pada malam hari. Mereka berburu mangsa dan berpindah lokasi saat gelap. Di siang hari, mereka cenderung diam dan tidak banyak bergerak. Bagi yang tinggal di daerah persawahan atau perkebunan, waspada sangat penting ketika beraktivitas di malam hari.

Selain itu, ular weling tidak membangun sarang. Artinya, mereka tidak memiliki wilayah kekuasaan tertentu, sehingga bisa ditemukan di mana saja, baik di alam liar maupun di pemukiman.

Kesimpulan

Ular weling adalah hewan yang sangat berbahaya karena racunnya yang mematikan dan sifatnya yang tidak agresif tetapi bisa menyerang jika terancam. Untuk menjaga keselamatan diri, penting untuk memahami ciri-ciri dan perilaku ular weling. Jika terjadi kontak, segera lakukan tindakan darurat dan cari bantuan medis. Jangan pernah mencoba menangani ular secara mandiri, terutama jika bukan ahli profesional.

Posting Komentar untuk "5 Fakta Menarik Ular Weling Berbisa yang Sering Masuk Rumah"