Empat Kota Tua Suriah yang Pernah Dikuasai Romawi

Featured Image

Sejarah dan Peradaban Kota-Kota Kuno di Suriah

Suriah memiliki sejarah panjang yang terbentang dari masa peradaban kuno hingga era modern. Awalnya, wilayah ini adalah bagian dari Kekaisaran Ottoman, namun pada akhir Perang Dunia I, Kekaisaran tersebut mulai runtuh. Setelah itu, Suriah secara bertahap menjadi wilayah jajahan Prancis berdasarkan Perjanjian Sykes-Picot. Pada tahun 1946, Suriah berhasil meraih kemerdekaannya setelah adanya perlawanan kuat dari masyarakat lokal.

Namun, jika melacak ke masa lalu, Suriah tidak hanya dikenal sebagai negara modern. Wilayah ini juga merupakan pusat peradaban kuno yang sangat maju. Banyak kota-kota megah yang pernah menjadi pusat pemerintahan, perdagangan, dan budaya. Berikut beberapa contoh kota-kota kuno di Suriah yang memiliki sejarah yang menarik:

Aleppo: Kota dengan Sejarah Panjang

Aleppo dikenal dalam sejarah sebagai Khalpe atau Boroea oleh orang Yunani dan Romawi. Nama asli kota ini adalah Halab, yang berasal dari bahasa Arab. Peradaban besar Aleppo pertama kali tercatat pada abad ke-18 SM sebagai bagian dari Kerajaan Yamhad yang dikuasai suku Amori.

Selama abad ke-17 hingga 14 SM, Aleppo pernah dikuasai oleh berbagai bangsa seperti Het, Mesir, Mittania, dan kembali ke Het. Selanjutnya, kota ini jatuh ke tangan Asyur dan Achaemenia. Pada masa itu, Aleppo juga sempat dikuasai oleh Byzantium sebelum akhirnya ditaklukan oleh bangsa Arab pada abad ke-7 Masehi.

Aleppo mencapai puncak kejayaannya pada masa Dinasti Hamdanid pada abad ke-10. Di abad ke-12, kota ini menjadi pusat perlawanan Muslim terhadap Tentara Salib. Pada tahun 1129, Aleppo berhasil dipertahankan oleh Imad al-Din Zangi yang mengusir Tentara Salib. Saat dikuasai oleh Ottoman, Aleppo menjadi pusat perdagangan dengan hadirnya kantor-kantor perdagangan dari Venesia, Inggris, Belanda, dan Prancis.

Damaskus: Kota Tua yang Tetap Eksis

Damaskus sudah ada sejak pra sejarah dan menjadi pusat perdagangan sejak milenium kedua SM. Selama sejarahnya, kota ini dikendalikan oleh banyak bangsa kuno seperti Mesir, Het, Aram, Asyur, Romawi, Kurdi, Arab, dan Turki.

Pada abad ke-11 SM, Damaskus awalnya dikuasai oleh Kerajaan Aram. Saat ditaklukan oleh Romawi, kota ini menjadi pusat perdagangan di Jalur Sutra. Di bawah kekuasaan Kekhalifahan Ummayah (661-750 M), Damaskus menjadi ibu kota dan dibangun Masjid Agung yang menjadi ikon sejarah Islam di Suriah.

Damaskus pernah dikuasai oleh Tentara Salib pada abad ke-11, tetapi kemudian direbut kembali oleh Dinasti Ayyubiyah yang dipimpin oleh Saladin. Kota ini dikuasai oleh Ottoman sejak 1516 hingga akhir Perang Dunia I.

Palmyra: Pusat Perdagangan Abad Pertengahan

Palmyra telah disebutkan dalam catatan sejarah sejak zaman Sargon Agung pada 2279 SM. Kota ini menjadi salah satu pusat perdagangan utama yang menghubungkan Roma ke Tiongkok dan Parthia ke India. Awalnya, Palmyra dikuasai oleh Zenobia, namun kemudian dicaplok oleh Romawi Byzantium selama tiga abad.

Pada abad ke-6 M, Palmyra mulai dikuasai oleh pemerintahan Muslim. Sejak dahulu, kota ini menjadi jalur perdagangan penting antara peradaban Barat dan Timur. Palmyra juga memiliki pemukiman oasis yang memberikan tempat berlindung bagi para pedagang dan karavan.

Di era Helenistik, Palmyra mencapai puncak kejayaannya saat berada di bawah Kekaisaran Seleukia.

Bosra: Kota Penting di Jalur Perdagangan

Bosra pertama kali tercatat dalam catatan orang Mesir kuno pada 1300 SM. Kota ini menjadi pusat penting dari Kerajaan Nabatea. Bosra juga menjadi pusat perdagangan karena lokasinya yang strategis antara Damaskus dan Amman.

Kota ini berhasil direbut oleh Romawi dari tangan Nabatean atas nama Kaisar Trajan. Romawi mengubah nama kota ini menjadi Nova Trajana Bostra. Romawi juga memperbarui infrastruktur Bosra dengan menambahkan jalan, pemandian, istana gubernur, dan Teater Romawi yang masih berdiri hingga saat ini.

Setelah Romawi, Bosra dikuasai oleh berbagai penguasa Muslim seperti Umayyah, Abbasiyyah, Ayyubiyah, dan Mamluk. Lokasinya berada sekitar 140 km di selatan Damaskus.

Warisan Budaya yang Terancam

Beberapa kota kuno di Suriah, seperti Aleppo, Bosra, dan Palmyra, telah diakui sebagai Daftar Warisan Dunia UNESCO. Aleppo masuk pada 1986, Bosra pada 1980, sementara Damaskus lebih dahulu diakui pada 1979. Namun, konflik yang terjadi sejak 2011 menyebabkan banyak situs sejarah di kota-kota ini rusak, termasuk Palmyra yang mengalami kerusakan parah.

Posting Komentar untuk "Empat Kota Tua Suriah yang Pernah Dikuasai Romawi"